|
Warga Solo
ternyata terkena demam Tia AFI. Gara-gara Sabtu malam lalu dia
membawakan lagunya Iyeth Bustami "Laksmana Raja di Laut",
kaset tersebut mendadak laris manis. Beberapa toko penjual
kaset selama sehari, Minggu, kemarin banyak yang kehabisan
stok.
"Iya, saya jadi heran kenapa tiba-tiba hari ini banyak yang
menanyakan kasetnya Iyeth. Padahal, selama berhari-hari kaset
lagu itu tidak laku dan hanya menumpuk di rak. Namun, seharian
kemarin kaset itu banyak dicari hingga persediaan kami habis,"
kata salah seorang penjaga toko kaset Harapan.
Salah seorang pembeli Iyeth yang ditanya Suara Merdeka mengaku,
tiba-tiba saja dia senang lagu itu setelah dinyanyikan secara
apik oleh Tia AFI. "Saya penggemar acara AFI dan selalu
mendukung Tia. Jadi ketika Tia membawakan lagu itu, saya kok
jadi seneng," kata Ratna, warga Tipes.
Tak heran, beberapa pengelola toko kaset menyatakan telah
kehabisan stok. Satu toko yang masih memiliki stok kaset
tersebut berada di Pasar Pon.
Seorang penjaga toko mengira banyak orang membeli kaset lagu
melayu itu, karena ada lomba karaoke. "Napa enten lomba
karaoke to Mas, kok pados kasete Iyeth?" tanya dia.
Dia mengakui selama seharian kemarin pembeli kaset itu lebih
dari lima orang. Padahal, biasanya sehari satu kaset saja
sudah bagus. Padahal, kaset itu termasuk yang lumayan laris
sejak diluncurkan setahun lalu.
Nonton Bareng Tia
Warga Solo memang terlanda demam Tia. Mereka selalu menggelar
acara nonton bareng di beberapa setiap malam Minggu. Contohnya
seperti acara nonton bareng di halaman sebuah Factory Outlet
di Gendingan, kemarin.
Puluhan pencinta Tia menonton hingga acara selesai. Beberapa
penonton, bahkan ikut meneteskan air mata saat adegan
eliminasi Adi. Mereka pun sedih melihat Tia menangisi
kepergian wakil dari Yogyakarta itu.
Tak hanya di Gendingan, acara serupa juga digelar di Hotel
Agas, Kafe Atria, dan Kafe New Fortuna. Demikian juga aula SMA
Warga, tempat Tia dulu sekolah. Puluhan siswa-siswi dan
beberapa guru menyaksikan alumnus sekolah mereka berlaga di
pentas AFI.
Mereka pun antusias mengirimkan SMS untuk mendukung Tia.
"Pokoknya kami akan mendukung terus sampai Tia merebut juara
pertama. Sebagai salah seorang alumnus SMA Warga, kami tentu
ikut bangga kalau Tia menjadi juara dan menjadi artis terkenal,"
kata salah seorang siswa.
Demam Tia juga melanda Ibu Danar Santosa Dullah. Pemilik usaha
batik Danarhadi itu juga menjadi sibuk dengan Tia AFI. Dia
selalu rajin menghubungi pengurus Masyarakat Solo Peduli (MSP)
yang menggalang Bela Tia.
"Bu Danar bahkan memerintahkan seluruh karyawannya yang
mempunyai ponsel
untuk mengirimkan SMS mendukung Tia. Kalau dia melorot
posisinya, orang yang paling pusing pertama kali adalah Bu
Danar. Beliau langsung menelepon koleganya, termasuk Pak Wali
Kota agar mengirim SMS untuk membela Tia," kata koordinator
Bela Tia, Ajib Ajiputra.
Pak Wali juga menjadikan Tia sebagai pokok isi pidato saat
pidato pada peringatan Hari Kebangkitan Nasional. "Salah
seorang warga Solo kini membawa nama Solo ke pentas nasional.
Karena itu selayaknya kita dukung dengan mengirim SMS agar
Solo bisa mendobrak di arena nasional lewat seorang Tia," kata
Wali Kota. |