|
DEMAM Tia AFI
melanda warga Kota Solo. Dukungan yang disponsori Masyarakat
Solo Peduli (MSP), untuk memenangkan gadis Mojosongo Jebres
itu terus dilakukan berbagai pihak. Berbagai slogan
diluncurkan untuk menarik
perhatian dan dukungan warga.
"Kami akan habis-habisan memberikan dukungan. Tia sudah
menjadi ikon Solo. Dari Solo kami akan dobrak Ibu Kota. Dari
Solo kami junjung nama kota. Nama Solo akan kami kibarkan,"
kata Adib Aji Putra, koordinator MSP.
Untuk mewujudkan itu segala upaya dilakukan. Mulai dari
pencarian waktu yang tepat untuk mengirim short message
service (SMS) agar masuk dan di-cover dalam hitungan SMS AFI,
sampai pencarian bocoran posisi terakhir Tia dalam peringkat
SMS AFI.
Semua anggota MSP pun dilibatkan. Mulai dari anggota biasa
sampai anggota kehormatan, seperti Wali Kota Surakarta Slamet
Suryanto. Pokoknya tidak ada kata lain, kecuali mendukung
habis-habisan perjuangan Tia menuju puncak kegemilangan AFI.
Adib menceritakan, selama ini banyak warga mengeluhkan SMS-nya
banyak yang tidak masuk saat dikirimkan ke nomor 3977.
"Ternyata, mereka mengirim bersamaan dengan digelarnya acara
AFI, Sabtu malam Minggu. Nah, ketika melihat posisi perolehan
SMS Tia turun, warga beramai-ramai mengirim SMS. Namun itu
tidak mengubah posisi Tia," kata dia.
Saling Kontak
Anggota MSP pun saling kontak untuk mencari penyebabnya.
Hasilnya, ternyata
ada kesalahan timing pengiriman. Sebab, pengiriman SMS itu
bertepatan dengan
pelaksanaan acara AFI yang on air di Indosiar.
Karena itu SMS baru masuk perhitungan pada keesokan harinya.
Atau, paling cepat tengah malam seusai acara AFI selesai.
"Informasi ini kami peroleh dari kru Indosiar yang kebetulan
orang Solo.
Kami mengenal orang tersebut saat bersama-sama menyaksikan
acara AFI di Jakarta. Jadi, ternyata selama ini banyak yang
salah timing," ungkap dia.
Hal itu diperkuat oleh keterangan seorang staf operator
telepon seluler di Solo yang juga anggota MSP. "Saat acara
berlangsung, traffic pengiriman SMS sangat tinggi. Ibaratnya
akan masuk jalan tol, antreannya banyak dan berebut. Jadi,
wajarlah kalau SMS terlambat masuk ke perhitungan operator
Indosiar," kata Adib.
Akhirnya, dicarilah cara yang tepat. Pengiriman pun dilakukan
setiap hari. Namun bila ingin mendekati hari H pelaksanaan on
air AFI, SMS pun dikirim Jumat sampai Sabtu seusai shalat
subuh.
Adalah Ny Danar Santoso Dullah yang paling getol membangunkan
sesama anggota MSP setelah shalat subuh. "Jumat sampai Sabtu
pagi, Bu Danar selalu mengingatkan kami agar mengirim SMS
untuk Tia," kata dia. Tidak hanya itu, usaha menjalin koneksi
dengan kru Indosiar pun dilakukan. Itu bukan untuk hal negatif,
tetapi untuk mendapatkan informasi posisi Tia. Jadi, setiap
hari MSP selalu memperoleh informasi tentang posisi Tia.
"Kalau posisinya sedang tergeser ke bawah, MSP pun mengajak
seluruh anggota
dan warga untuk mengirim SMS. Termasuk Pak Wali kami ajak
mengirim SMS. Jadi jangan heran kalau pada awal acara, posisi
Tia selalu di atas. Sebab kami selalu memantau dan menambah
SMS," kata Adib yang mengaku sudah menghabiskan hampir Rp 1
juta untuk mendukung Tia.
Demi Solo, demi Tia, apa pun dilakukan. |