KILAS TIA MENUJU BINTANG

Buat para Tia fans untuk memperkuat dukungan kita pada TIA AFI, disini
aku muat beberapa artikel dari tabloid, koran atau dari forum AFI. Monggo.....

 
Wali Kota Semarang Pimpin Suporter ke Jakarta
Suara Merdeka,
15 Juni 2004

TIA, akademia yang mewakili Kota Semarang mendapat perhatian khusus dari Wali Kota H Sukawi Sutarip SH SE. Dalam grand final Akademi Fantasi Indosiar (AFI) yang akan digelar Sabtu (19/6), orang nomor satu di Kota ATLAS itu akan datang langsung ke Jakarta untuk memberi dukungan kepada Tia.

''Saya akan datang langsung bersama tiga bus suporter,'' janji Wali Kota seusai menghadiri malam syukuran Chrisjon mempertahankan gelar juara tinju dunia, Senin (13/ 6) malam, di Hotel Patra Convention Center.

Dia mengatakan, Tia pantas mendapat dukungan lebih karena telah berjuang membawa nama Kota Semarang. Bukan hanya Semarang, melainkan juga mengharumkan Jawa Tengah. ''Kemerduan suaranya harus kita bantu dengan dukungan agar dia berhasil sebagai pemenang.''

Sukawi menuturkan, dirinya selalu mengikuti perkembangan AFI. Terlebih setelah ada akademia perwakilan dari Semarang. Bahkan, jika tidak bisa menyaksikan siaran langsung di Indosiar, dia segera mencari informasi baik melalui media cetak maupun elektronik.

Dukungan suporter, ujar dia, sangat penting untuk membantu mengantarkan Tia sebagai pemenang AFI 2.

''Jumlahnya memang terbatas tapi yang jelas yang ikut adalah warga Kota Semarang.''

Selain memberi dukungan dengan mengerahkan suporter, Wali Kota meminta semua lurah dan camat untuk memobilisasi warganya mengirimkan SMS dukungan untuk Tia. Dukungan tersebut merupakan juri tertinggi, sebab pemenangnya dilakukan dengan polling SMS.

''Saya minta lurah dan camat mengajak warganya mendukung Tia. Jangan lupa lewat SMS dan caranya ikuti siaran di Indosiar. Tia layak menjadi pemenang AFI,'' tandasnya.

Menang Mudah
Dengan tersingkirnya Nia, rumor yang menyebutkan adanya rekayasa dalam penyelenggaraan AFI-2 seakan terjawab. Sebab, sebelumnya Nia disebut-sebut termasuk dalam skenario besar rekayasa itu.

Kalau bukan Nia yang menang, dengan alasan sosoknya lebih menjual dalam industri hiburan, nama lain yang diisukan dalam skenario itu adalah Haikal. Dia diunggulkan dengan menjual kisah hidupnya yang muram, sebagaimana Veri Affandi di AFI-1. Padahal, kalau mau objektif, Kia di AFI-1 lebih memiliki kualitas vokal dibandingkan dengan pria asal Medan itu.

Namun, seperti dikatakan Tri Utami, para penonton tampaknya lebih cerdas dalam menentukan pilihan di AFI-2 kali ini. Ini terbukti dari kualitas akademia AFI-2 yang jauh lebih baik daripada AFI-1. Lebih-lebih ketika kemudian di antara mereka tampil Tia yang memiliki kualitas vokal jauh di atas rata-rata kemampuan para akademia.

Meski yakin dengan kemampuan vokal Tia, para ''Tiamania'' sempat cemas ketika muncul isu mengenai rekayasa pemenang AFI-2, yakni Nia atau Haikal. Namun, ketika kemudian Nia tereliminasi di konser pada Sabtu lalu, kecemasan itu pun sedikit tersingkir. Masih ada Haikal yang juga disebut sebagai salah satu yang diunggulkan.

Kisah hidup pemuda asal Pekanbaru itu menjadi senjata ampuh bagi pengumpulan poling SMS dukungan. Kalau toh didukung oleh Indosiar, Haikal disebut mendapat dukungan dari gubernur daerah asalnya, dan Gubernur Sumatera Utara, karena dia mewakili Medan. Haikal yang pernah berada di posisi terakhir pada minggu-minggu pertama, kemudian melejit dan selalu berada di posisi aman.

Sebaliknya, Micky yang pada minggu-minggu awal mendapat posisi tinggi setelah Tia dan Nia, kemudian melorot perolehan polingnya. Padahal, Micky pernah diunggulkan bakal menduduki salah satu posisi tertinggi di perebutan tiga besar bersama Nia dan Tia. Sementara itu, Haikal justru sama sekali tidak menjadi perbincangan. Baru setelah kisah biru hidupnya muncul di sejumlah tabloid, perolehan suara Haikal pun melonjak tajam.

Sementara itu, Tia sejak awal selalu berada di posisi atas. Tak sekali pun posisi Tia merosot drastis. Bahkan, gadis asal Solo yang ikut audisi di Semarang itu nyaris selalu berada di posisi teratas pada setiap akhir konser. Namun, sepanjang konser berlangsung perolehan suara Tia memang naik turun.

Suara Tia, seperti kata para komentator konser AFI, selalu memiliki power . Ini mengingatkan orang pada suara Emilia Contessa yang hingga kini belum ada tandingannya. Power suaranya yang luar biasa itu ditambah kemampuan teknik vokal yang cukup bagus. Meski di beberapa kesempatan Tia terlihat terlalu bersemangat, hingga lupa ada saat ketika power penuh itu tak harus dikeluarkan.

Meski memiliki suara emas, Tia pernah tampil mengecewakan. Di konser dua pada minggu lalu, Tia tampil seolah-olah tanpa kekuatan dirinya. Vokalnya terdengar tak nyaman di telinga, ditambah ekspresi yang sedikit kacau. Ketika membawakan lagu baru berjudul ''Biarkan Ku Kini Dengannya'' karya Glenn Fredly, Tia terlihat kurang mampu menghayati makna lagu itu. Akibatnya, kualitas vokalnya pun mengecewakan. Namun, ketika menyanyikan ''Cinta Kan Membawamu Kembali'', putri Solo itu kembali mampu membuat penonton berdecak kagum. Selain kualitas vokalnya, ekspresinya pun mampu membuat pemirsa merinding.

Tampaknya bila penyelenggaraan AFI-2 ini benar-benar tanpa rekayasa seperti gosip yang santer terdengar, akan sangat mudah bagi Tia menggondol juara I. Sebab, kalau ditilik kualitas vokal pesaingnya, baik Micky maupun Haikal, Tia masih jauh di atas mereka. Akankah Tia membawa pulang hadiah mobil itu? Kita tunggu saja grand final AFI-2 di Jakarta Convention Center, Sabtu mendatang.

[kembali]


Kalau ada info terbaru yang ingin ditampilkan plz kontak ke aku di :
afi@widznetwork.com

 


Kunjungi Forum AFI2 di Indonesiar

Download TIA AFI2 Wallpaper

Kilas Tia Menuju Bintang

Foto-foto TIA AFI2

Theme Song AFI

 

PENDAPAT KAMU
TTG WEB INI GIMANA?

 

 

 

Semua materi diambil dari konser AFI di TV dan website indosiar.com. Desain website oleh Widio. It's all just for TIANIST