|
TIA,
akademia yang mewakili Kota Semarang mendapat perhatian khusus
dari Wali Kota H Sukawi Sutarip SH SE. Dalam grand final
Akademi Fantasi Indosiar (AFI) yang akan digelar Sabtu (19/6),
orang nomor satu di Kota ATLAS itu akan datang langsung ke
Jakarta untuk memberi dukungan kepada Tia.
''Saya akan datang langsung bersama tiga bus suporter,'' janji
Wali Kota seusai menghadiri malam syukuran Chrisjon
mempertahankan gelar juara tinju dunia, Senin (13/ 6) malam,
di Hotel Patra Convention Center.
Dia mengatakan, Tia pantas mendapat dukungan lebih karena
telah berjuang membawa nama Kota Semarang. Bukan hanya
Semarang, melainkan juga mengharumkan Jawa Tengah. ''Kemerduan
suaranya harus kita bantu dengan dukungan agar dia berhasil
sebagai pemenang.''
Sukawi menuturkan, dirinya selalu mengikuti perkembangan AFI.
Terlebih setelah ada akademia perwakilan dari Semarang. Bahkan,
jika tidak bisa menyaksikan siaran langsung di Indosiar, dia
segera mencari informasi baik melalui media cetak maupun
elektronik.
Dukungan suporter, ujar dia, sangat penting untuk membantu
mengantarkan Tia sebagai pemenang AFI 2.
''Jumlahnya memang terbatas tapi yang jelas yang ikut adalah
warga Kota Semarang.''
Selain memberi dukungan dengan mengerahkan suporter, Wali Kota
meminta semua lurah dan camat untuk memobilisasi warganya
mengirimkan SMS dukungan untuk Tia. Dukungan tersebut
merupakan juri tertinggi, sebab pemenangnya dilakukan dengan
polling SMS.
''Saya minta lurah dan camat mengajak warganya mendukung Tia.
Jangan lupa lewat SMS dan caranya ikuti siaran di Indosiar.
Tia layak menjadi pemenang AFI,'' tandasnya.
Menang Mudah
Dengan tersingkirnya Nia, rumor yang menyebutkan adanya
rekayasa dalam penyelenggaraan AFI-2 seakan terjawab. Sebab,
sebelumnya Nia disebut-sebut termasuk dalam skenario besar
rekayasa itu.
Kalau bukan Nia yang menang, dengan alasan sosoknya lebih
menjual dalam industri hiburan, nama lain yang diisukan dalam
skenario itu adalah Haikal. Dia diunggulkan dengan menjual
kisah hidupnya yang muram, sebagaimana Veri Affandi di AFI-1.
Padahal, kalau mau objektif, Kia di AFI-1 lebih memiliki
kualitas vokal dibandingkan dengan pria asal Medan itu.
Namun, seperti dikatakan Tri Utami, para penonton tampaknya
lebih cerdas dalam menentukan pilihan di AFI-2 kali ini. Ini
terbukti dari kualitas akademia AFI-2 yang jauh lebih baik
daripada AFI-1. Lebih-lebih ketika kemudian di antara mereka
tampil Tia yang memiliki kualitas vokal jauh di atas rata-rata
kemampuan para akademia.
Meski yakin dengan kemampuan vokal Tia, para ''Tiamania''
sempat cemas ketika muncul isu mengenai rekayasa pemenang
AFI-2, yakni Nia atau Haikal. Namun, ketika kemudian Nia
tereliminasi di konser pada Sabtu lalu, kecemasan itu pun
sedikit tersingkir. Masih ada Haikal yang juga disebut sebagai
salah satu yang diunggulkan.
Kisah hidup pemuda asal Pekanbaru itu menjadi senjata ampuh
bagi pengumpulan poling SMS dukungan. Kalau toh didukung oleh
Indosiar, Haikal disebut mendapat dukungan dari gubernur
daerah asalnya, dan Gubernur Sumatera Utara, karena dia
mewakili Medan. Haikal yang pernah berada di posisi terakhir
pada minggu-minggu pertama, kemudian melejit dan selalu berada
di posisi aman.
Sebaliknya, Micky yang pada minggu-minggu awal mendapat posisi
tinggi setelah Tia dan Nia, kemudian melorot perolehan
polingnya. Padahal, Micky pernah diunggulkan bakal menduduki
salah satu posisi tertinggi di perebutan tiga besar bersama
Nia dan Tia. Sementara itu, Haikal justru sama sekali tidak
menjadi perbincangan. Baru setelah kisah biru hidupnya muncul
di sejumlah tabloid, perolehan suara Haikal pun melonjak tajam.
Sementara itu, Tia sejak awal selalu berada di posisi atas.
Tak sekali pun posisi Tia merosot drastis. Bahkan, gadis asal
Solo yang ikut audisi di Semarang itu nyaris selalu berada di
posisi teratas pada setiap akhir konser. Namun, sepanjang
konser berlangsung perolehan suara Tia memang naik turun.
Suara Tia, seperti kata para komentator konser AFI, selalu
memiliki power . Ini mengingatkan orang pada suara Emilia
Contessa yang hingga kini belum ada tandingannya. Power
suaranya yang luar biasa itu ditambah kemampuan teknik vokal
yang cukup bagus. Meski di beberapa kesempatan Tia terlihat
terlalu bersemangat, hingga lupa ada saat ketika power penuh
itu tak harus dikeluarkan.
Meski memiliki suara emas, Tia pernah tampil mengecewakan. Di
konser dua pada minggu lalu, Tia tampil seolah-olah tanpa
kekuatan dirinya. Vokalnya terdengar tak nyaman di telinga,
ditambah ekspresi yang sedikit kacau. Ketika membawakan lagu
baru berjudul ''Biarkan Ku Kini Dengannya'' karya Glenn Fredly,
Tia terlihat kurang mampu menghayati makna lagu itu. Akibatnya,
kualitas vokalnya pun mengecewakan. Namun, ketika menyanyikan
''Cinta Kan Membawamu Kembali'', putri Solo itu kembali mampu
membuat penonton berdecak kagum. Selain kualitas vokalnya,
ekspresinya pun mampu membuat pemirsa merinding.
Tampaknya bila penyelenggaraan AFI-2 ini benar-benar tanpa
rekayasa seperti gosip yang santer terdengar, akan sangat
mudah bagi Tia menggondol juara I. Sebab, kalau ditilik
kualitas vokal pesaingnya, baik Micky maupun Haikal, Tia masih
jauh di atas mereka. Akankah Tia membawa pulang hadiah mobil
itu? Kita tunggu saja grand final AFI-2 di Jakarta Convention
Center, Sabtu mendatang. |