|
MUNGKINKAH
Tia, akademia wakil dari Semarang dapat meraih sukses menjadi
akademia terbaik dalam perebutan grand final pada Sabtu (19/6)
mendatang? Akankah dia mampu membawa pulang segudang hadiah
termasuk sebuah mobil sebagai kado istimewa untuk ayahnya yang
tengah merayakan ulang tahun? Itulah sebersit harapan yang
diungkapkan Rini Sudarwati, ibu Tia, ketika ditemui di rumah
mungilnya di Jalan Lompo Batang Utara II/14, Perumnas
Mojosongo, Jebres, Solo.
Rumah sederhana itu serasa semakin sempit ketika siang kemarin
sekelompok anak bermain memenuhi halamannya yang tak seberapa
luas.
"Ya,
begini ini setiap hari, selalu ramai oleh anak-anak yang
memang suka bermain di sini," ujar Rini Sudarwati. Dan, di
rumah itulah Tia hidup bersama keluarganya. Di tempat itu pula
akademia yang kini masih tercatat sebagai mahasiswi STIE-AUB
Surakarta menghabiskan masa kecilnya hingga sekarang.
Anehnya meski itu adalah rumah seorang finalis, jangan harap
bisa menemui kesibukan khusus yang mengarah pada persiapan
keluarga menjelang grand final.
Menurut penuturan Rini Sudarwati, keluarganya memang tak
mempunyai persiapan khusus. "Semua berjalan seperti biasa.
Sama seperti minggu-minggu sebelumnya, seperti ketika masih
konser eliminasi. Misalnya malam Minggu nanti saya dan Bapak (suaminya,
Bambang Sutopo) berangkat ke Jakarta untuk menyaksikan konser
secara langsung," paparnya.
Baju Kembar
Wanita kelahiran Solo, 23 April 1963 itu pun mengungkapkan
tentang bagaimana ekonomi keluarganya yang kemudian menjadi
salah satu alasan mengapa tak ada persiapan khusus. Bahkan,
dia tak punya persiapan untuk menyambut kedatangan anaknya
bila nanti pulang sekalipun.
"Terus terang kami dari keluarga yang biasa yang mungkin tidak
seperti keluarga akademia lain. Bagi kami, bisa pergi ke
Jakarta setiap minggu saja sudah bagus," ungkapnya.
Dengan kondisi seperti itu, dia pun merasa bersyukur sekaligus
berterima kasih kepada segenap masyarakat khususnya di Solo
dan Jawa Tengah yang selama ini telah memberikan dukungan
kepada anaknya. Semua itu, bagi dia merupakan suatu anugerah
luar biasa.
"Saya sampai tidak tahu, dengan cara apa saya harus
mengucapkan terima kasih," tandasnya seraya mengatakan, tanpa
dukungan dari masyarakat anaknya tak akan bisa berbicara
banyak di arena Konser AFI 2.
Akhirnya, hari-hari menjelang grand final pun mungkin akan
tetap dilalui keluarga Tia seperti biasa. Sama seperti
konser-konser sebelumnya yang memang seperti telah menjadi
kegiatan rutin semenjak Tia lolos sebagai salah satu dari 12
akademia AFI 2. Kamis malam berangkat ke Jakarta, Minggu
paginya kembali pulang ke Solo.
"Kalaupun ada persiapan khusus, saya dan Bapak akan memakai
baju kembar agar mudah dikenali Tia saat tampil di panggung
konser nanti. Dan, itulah yang sedang kami usahakan sekarang,"
ujar Rini.
Meski tak ada persiapan khusus, dalam hati wanita itu tetap
berharap anaknya bisa memenuhi harapan segenap warga Solo dan
Jawa Tengah.
Ya, bisa memenuhi harapan sekaligus akan menjadi momen
istimewa bagi keluarganya.
Mengapa? Karena pada 27 Juni nanti, Bambang Sutopo (ayah Tia)
akan merayakan ulang tahun. "Kalau ditanya persiapan khusus,
yang paling justru persiapan di dalam hati. Yakni selalu
berdoa kepada Tuhan, mudah-mudahan Tia bisa berhasil. Denga
demikian, dia bisa memberikan kado istimewa kepada Bapaknya."
Cuti Kuliah
Gara-gara lolos seleksi AFI 2, Tia akhirnya membatalkan
turnya ke Suriname.
''Meski belum menekan kontrak, rencana tur bersama Didi Kempot
ke Suriname pun buyar,'' jelas Rini Sadarwati sebelum
bersilaturahmi dengan Wali Kota Semarang H Sukawi Sutarip SH
SE, Rabu (16/6).
Rencana ke Suriname itu akan dilakukan pada 8 Mei lalu.
Padahal lima lagu sudah direkam dan berencana mengurus paspor
dan visa. ''Tetapi karena masuk sepuluh besar AFI, rencana itu
dibatalkan,'' ungkap dia.
Namun, meski gagal ke Suriname, keberuntungan rupanya tidak
jauh-jauh harus ke luar negeri.
Lolos ke grand final sudah merupakan keberuntungan keluarga
yang tinggal di Perumahan Mojosongo Solo ini.
Kini mahasiswi STIE AUB Surakarta ini mengambil cuti kuliah.
Namun warga kampusnya menyambut baik prestasi Tia tersebut.
Oleh pihak kampus, kata Rini, membebaskan uang kuliah putrinya
sampai lulus.
Bagaimana dengan pacar Tia? Dia konon dikabarkan dekat dengan
Haikal, akademia dari Medan? Soal itu, Ny Rini menyatakan, itu
hanya pinter-pinternya tim kreatif di Indosiar. ''Sampai
sekarang Tia tetap jalan dengan pacarnya yang bekerja di
Tarakan Kalimantan Timur,'' kata sang ibu sambil menyebut nama
Endi.
Menjelang keberangkatannya ke Jakarta, kedua orang tua Tia
tersebut akan ke Jakarta pada Kamis ini. ''Lebih cepat lebih
baik,'' tuturnya.
Kedatangannya ke Jakarta pun mendapat sambutan yang istimewa.
Beberapa keluarga artis asal Solo menawarkan rumah untuk
tinggal beberapa hari. Namun yang paling sering ditempati
suami-istri saat mendukung Tia ke Jakarta adalah rumah
personel Sri Mulat, yakni Nur Buat dan Rohana.
''Mbak Rohana itu sampai sempat-sempatnya menjemput di stasiun,''
ungkapnya.
Meski begitu, selama menyaksikan putaran eliminasi akademia,
lebih sering pasangan suami istri ini bersama keluarganya
menginap di Wisma Listrik Taman Mini Indonesia Indah.
Apakah rutin datang ke Jakarta mendukung langsung anaknya? Ny
Rini mengaku, sempat sekali tidak datang ke Jakarta. Dia
bersama suaminya hanya melihat dari layar kaca.
''Kami gela waktu itu, karena pembawa acara (Adi Nugraha-Red)
menanyakan kepada Tia, mana orang tuanya saat Tia mendapat
giliran pentas. Saya yang melihat dari rumah menyesal banget,''
akunya yang hari itu sering mengumbar senyum bahagia. |