|
Pada
Sabtu (19/6) besok, konser grand final Akademi Fantasi
Indosiar 2 (AFI 2) digelar. Tiga akademia akan berlomba "menuju
puncak" dan salah satunya adalah Tia, wakil dari Kota Semarang.
Karena itu, ia perlu dukungan Anda untuk mengalahkan dua
saingannya, Haikal (Medan) dan Micky (Jakarta). Berikut ini
wartawan Suara Merdeka Ganug Nugroho Adi menuliskan laporannya
seputar alasan memilih Tia dalam dua tulisan mulai hari ini.(*)
HAMPIR tiga bulan lalu, Tia bukanlah siapa-siapa. Ia hanya
seorang mahasiswi STIE AUB Solo yang mencari penghasilan
dengan cara menyanyi dari kafe ke kafe. Namun, sejak lolos
bersama 11 akademia lain di Akademi Fantasi Indosiar 2 (AFI
2), Tia menjadi sosok yang menggetarkan.

DUKUNG TIA:
Gubernur H Mardiyanto
mewajibkan warga Jateng
mendukung Tia, yang akan
berlaga di grand final AFI 2,
Sabtu (19/6). Secara simbolis,
Gubernur juga menerima kaos
"Bela Tia" dari suporter Solo
Lihatlah penampilannya pada setiap konser eliminasi yang
digelar setiap malam Minggu di Indosiar. Selain wajahnya yang
enak dipandang, putri pasangan Rini Sadarwati (42) dan Bambang
Sutopo (47) dari Solo itu selalu memperoleh short message
service (SMS) terbanyak hampir dalam setiap konser.
Bagi Tia, perjalanan "menuju puncak" memang tak mudah. Kita
tentu masih ingat, Nana, satu wakil lain dari Semarang,
tereliminasi dalam konser ketiga setelah Jovita (Yogyakarta)
dan Lia (Bandung). Sebelumnya, Yudhit juga wakil dari Semarang
bahkan sudah harus tersingkir dalam konser praeliminasi.
Lebih-lebih jika melihat para akademia lain dari kota-kota
besar seperti Jakarta, Medan, Surabaya, dan Bandung yang
notabene lebih "metro" dibandingkan dengan Semarang (Solo).
Toh, Tia ternyata tidak minder.
Lantas kenapa Tia bisa lebih melaju dibandingkan dengan para
akademia lain, bahkan kini berhasil masuk tiga besar bersama
Haikal (Medan) dan Micky (Jakarta)?
"Tia menyanyi dengan sangat bertenaga. Ia bisa menghayati
dinamika lagu, sampai-sampai saya merinding mendengarnya,"
komentar Widi, seorang personel AB Three, seusai Tia
menyanyikan lagu "Cinta Kan Membawamu Kembali" .
Komentar musikus Yovie Widianto lebih elok lagi. "Tia itu luar
biasa. Jujur, dialah yang membuat saya ingin selalu
menyaksikan konser AFI 2 ini."
Bahkan Trie Utami, komentator tetap AFI yang hampir selalu
mengkritik, pernah menyebut Tia sebagai satu-satunya akademia
yang "sudah jadi". Komentar yang sama juga pernah dilontarkan
oleh Harry Roesli, Glenn Fredly, Reza Artameivera, Sujiwo Tejo,
dan Melly Goeslaw. Secara terang-terangan, Adam "Sheila on 7"
malah berani memperkirakan Tia yang kelak muncul sebagai juara.
Dan menyaksikan penampilan Tia yang semakin total dari konser
ke konser, wajar jika kemudian warga Solo, kota tempat Tia
tinggal, merasa perlu memberi dukungan.
Sebut misalnya Republik Aeng-aeng (Mayor Haristanto),
Masyarakat Peduli Solo (Adib Adiputra), Perhimpunan Masyarakat
Surakarta (Martono), Pasopati (Satrio Hadinagoro), dan Ikadin
Solo. "Tia telah menjadi ikon Kota Solo. Ia membawa citra baik
kota ini sehingga harus diukung," ujar Mayor.
Tak hanya Solo, Kota Semarang yang notabene diwakili Tia dan
memperoleh imbas dari citra yang baik itu pun memberi dukungan.
Wali Kota Sukawi Sutarip bahkan mengerahkan 150 suporter ke
Jakarta untuk menyaksikan konser grand final AFI 2 di Teater
Tanah Airku, Taman Mini Indonesia Indah (TMII).
Untuk menyaksikan konser itu, Anda memang tak harus ke
Jakarta. Sebab, tiket masuk barangkali sudah habis. Namun,
jika Anda ingin Tia, wakil akademia dari Kota Semarang,
mencapai puncak dalam AFI 2 ini, kirimkan SMS untuknya. |